Lompat ke isi utama

Berita

Peran Krusial Pemilih Pemula Tangkal Politik Uang di Pidie, Begini Isi Paparan Materi Indra Abidin

indra memberikan materi kepada peserta sosialisasi dan pendidikan pemilih KIP Pidie

Indra Abidin memberikan materi kepada peserta Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih di Aula KIP Pidie pada kamis, (16 Juli 2026).

Sigli - Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Kabupaten Pidie Indra Abidin, S.H., menyampaikan materi kepada Pemilih Pemula dan Pemilih Muda pada kegiatan Sosialiaasi dan Pendidikan Pemilih yang diselenggarakan oleh KIP Pidie.

Dalam paparannya, Indra Abidin menjabarkan peran pemilih pemula dan pemilih muda yang merupakan penyumbang suara pemilih terbanyak. Oleh sebab itu, menurut Indra Abidin di masa non tahapan seperti ini menjadi waktu yang tepat untuk memberikan pemahaman untuk mencegah praktik politik uang.

Dalam pemaparannya, Indra menyampaikan idealisme tinggi yang dimiliki generasi muda menjadikan mereka sebagai target utama sekaligus benteng pertahanan paling kuat untuk menjaga kewarasan demokrasi.  

Materi yang disampaikan oleh Indra menyoroti ancaman politik uang yang kini bermutasi tidak hanya dalam bentuk uang tunai, tetapi juga saldo e-wallet, sembako, dan token listrik. Ia memberikan peringatan keras baik pemberi maupun penerima uang sama-sama diancam hukuman pidana penjara. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa prinsip "ambil uangnya, jangan pilih orangnya" adalah sebuah jebakan berbahaya yang bisa membawa masyarakat ke penjara.  

Sebagai langkah perlawanan, Indra mengajak para pemilih pemula untuk menerapkan rumus T-R-L: Tolak uangnya secara tegas, rekam pelaku dan barang buktinya, serta Laporkan segera ke Panwaslu atau Bawaslu terdekat.

Selain itu, ia juga mendorong anak muda untuk menguasai ruang digital dengan menjadikan platform media sosial sebagai medium kampanye anti-politik uang. Melalui gerakan ini, pemilih pemula diharapkan mampu mengawal pemilu yang bersih dan berintegritas.