Bawaslu Kabupaten Pidie Laksanakan Pengawasan Pemutakhiran Data Partai Politik ke DPD PKS Pidie
|
Sigli - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pidie kembali melaksanakan pengawasan Pemutakhiran Data Partai Politik secara Berkelanjutan ke Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai PKS Pidie. Selasa, 22 September 2026.
Ketua DPD PKS Pidie yang akrab disapa Ummi Siti Hawa menerima langsung kunjungan Pimpinan yang terdiri dari Nelliyana, Jefri Bahar, Muhammad Khairullah dan Indra Abidin. Pengawasan langsung ini juga didampingi oleh Kepala Subbag Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu dan Hukum Tarmidi beserta jajaran staf Bawaslu Kabupaten Pidie. Diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran, pimpinan Bawaslu menyampaikan tujuan pengawasan Pemutakhiran Data Partai Politik di masa non tahapan Pemilu.
Setidaknya ada empat poin yang menjadi fokus pengawasan yang dilakukan, yaitu Keanggotaan Partai, Kepengurusan Partai, keterlibatan 30% perempuan dan domisili partai politik. Keempat poin tersebut perlu dilakukan pemantauan secara berkala oleh Bawaslu baik pengawasan secara langsung maupun melalui aplikasi Sipol.
Pimpinan Bawaslu menyampaikan kunjungan ini bersifat urgen, karena berdasarkan informasi yang didapatkan oleh Bawaslu Kabupaten Pidie, DPD PKS Pidie belum memperbarui alamat/domisili kantor partai dan tidak adanya pembaruan terkait kepengurusan tingkat kecamatan di Sipol.
Terkait apa yang disampaikan oleh pimpinan Bawaslu, Ummi Siti menyampaikan akan membenahi data tersebut segera mungkin. Ummi Siti juga menyampaikan "khusus pada aspek keanggotaan dan kepengurusan, DPD PKS Pidie punya cara tersendiri dalam menyaring anggota melalui kegiatan Training Orientasi Partai (TOP). Selain itu, untuk bergabung menjadi pengurus harus memenuhi persyaratan yang ketat, sehingga tidak serta merta semua orang bisa masuk tanpa memenuhi syarat yang sudah ditentukan" Ujar Ummi Siti Hawa.
Terkait keterlibatan 30% perempuan, Pimpinan Bawaslu mengapresiasi peran kelompok rentan di tubuh DPD PKS Pidie, "kami sangat mengapresiasi keterlibatan perempuan di PKS, apalagi di tingkat Kabupaten Pidie dipimpin oleh seorang perempuan, sehingga Pemilu yang Inklusif telah dijalankan di tubuh partai PKS" Ungkap Nelliyana.