"Muhasabah Demokrasi" Di momen 1 Muharram
|
Sigli - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pidie mengajak semua jajaran untuk bermuhasabah dari sejarah lahirnya tahun baru Islam. Selasa, [16 Juni 2026].
Tahun Baru islam atau yang dikenal dengan tahun Hijriah adalah momen perayaan pergantian tahun berdasarkan pada bulan dalam agama Islam. Sejarah singkat lahirnya tahun baru Islam menggambarkan kuatnya kesadaran berdemokrasi di masa Khalifah Umar Ibnu Khattab.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pidie Muhammd Rizal menceritakan secara singkat lahirnya tahun baru islam yang dilandaskan pada musyawarah dan dengar pendapat dikalangan para sahabat. "Lahirnya tahun hijriah di masa khalifah Umar yaitu untuk mempermudah tertib administrasi dan menetapkan sistem penanggalan yang mana pada saat itu tidak ada penetapan waktu yang jelas sehingga menyulitkan penanggalan dokumen seperti surat menyurat. Maka dicetuskanlah tahun islam dengan mengadakan musyawarah secara demokratis. Para sahabat memiliki pendapatnya masing-masing untuk menetapkan awal tahun, namun berdasarkan kesepakatan bersama dipilihlah tahun hijrah Nabi ke kota Madinah sehingga dinamakan tahun baru Hijriyah dan diawali dengan bulan Muharram", ungkap Rizal.
Dari sejarah tersebut, kita dapat bermuhasabah bahwa sangat penting untuk melakukan diskusi yang demokratis dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Bawaslu sendiri adalah lembaga yang menjunjung tinggi demokrasi yang adil, jujur dan transparan sehingga nilai-nilai kolektif seperti sejarah tahun baru islam itu perlu di tingkatkan.